15.Bangunan Utama Lantai 2 Plafon Ornamen Yabane

 

【Panduan audio tersedia】 

Gambar pada papan yang terlihat di celah plafon adalah yabane. Di Jepang terdapat ritual memasang pilar atau atap bernama jotoshiki. Dalam ritual ini, pita berwarna biru, merah, kuning, putih, dan hitam serta yabane bergambar bangau dan kura-kura dipasang di atap. Kemudian di atas tanah diletakkan sebuah altar untuk mempersembahkan sayuran, buah, makanan yang dikeringkan, garam, beras, serta sake untuk mengucapkan syukur kepada dewa tanah dan berkah dari alam, serta agar proses pembangunan dapat selesai dengan selamat. Pita lima warna berasal dari lima unsur dalam astrologi Cina kuno: kayu, api, tanah, logam, dan air yang merupakan asal dari semua benda, sedang bangau dan kura-kura dipercaya sebagai hewan yang dapat mendatangkan keberuntungan. 

14.Bangunan Utama Lantai 2 Washitsu Marumado

Panduan audio tersedia】 

Di washitsu dalam terdapat dua marumado. Dahulu ruang ini sulit dimasuki cahaya meski memiliki jendela, sama seperti washitsu di lantai 1. Karenanya dipikirkan bagaimana cara agar cahaya dapat masuk, sekaligus dapat berfungsi sebagai ornamen. Kini mari kita lihat marumado-nya. Berbentuk apakah kayu murbei yang melintang di tengah jendela? Dapat dikatakan bentuknya menyerupai panorama seperti tepian pantai atau awan. Sebagai petunjuk, coba telusuri bagian berwarna hitam. Terasa seperti mendaki gunung Anbasan, bukan? 

Jawabannya adalah… Anda lihat bentuknya juga mirip punggung bukit Oshima dan kameyama jika dilihat dari area teluk dalam? Namun mungkin terdapat pesan tersembunyi dari sang pemahat dengan harapan suatu saat nanti kita akan menyadari jawaban yang sebenarnya. 

 

13.Bangunan Utama Lantai 2 Washitsu Tokonoma

Panduan audio tersedia】 

Tokonoma merupakan sejenis zashikikazari (ruang berdekorasi) yang selalu ada di bangunan tradisional Jepang, dan berfungsi sebagai galeri mini di mana terdapat hiasan kakejiku (gulungan gantung) atau bunga musiman. Pilar yang terdapat di ruang antara tokonoma dan tokowaki (ruang kecil) berfungsi untuk menyambut tamu, karenanya menggunakan hanya kayu terbaik. Ruang di sisi jalan menggunakan kayu persimmon, sedang di sisi dalam menggunakan kayu maple. 

Kini mari kita lihat celah antara tokonoma dan tokowaki. Lubang apakah ini? Lubang yang disebut horaguchi atau chinkuguri ini dimaksudkan agar benda-benda yang ada di tokowaki dapat disinari cahaya. 

 

12.Bangunan Utama Lantai 2 Washitsu Dinding Pasir

Panduan audio tersedia】 

Dinding pasir yang kerap dijumpai di bangunan tradisional Jepang memiliki kelebihan unik seperti tidak mudah terbakar, mengatur suhu serta menyebarkan pantulan cahaya hingga mampu melembutkan cahaya dalam ruangan. Ini merupakan bahan material yang tak hanya cocok dengan iklim Jepang yang bersuhu tinggi dan lembap, tetapi juga sangat cocok dengan kondisi rawan kebakaran seperti area ini. Karena semua material merupakan bahan alami, dapat juga didaur ulang. Lihatlah tokonoma di bagian dalam. Saat dinding ini dibongkar hanya lapisan pasirnya yang dibuang lalu didaur ulang. 

 

11.Bangunan Utama Lantai 2 Washitsu Tsuchikabe

Panduan audio tersedia】 

Cobalah membuka pintu gesernya. Di dalam kerangka persegi, terdapat dinding tanah liat berwarna oker. Nuki yang kita lihat di koridor tadi dibuatkan pondasi bernama takekomai’ yang terbuat dari anyaman bambu dan tali, lalu diberi lapisan dalam, tengah serta luar. Saat rekonstruksi, takekomai dan tanah lama dilepaskan dengan seksama, lalu dimasukkan tanah baru. Di tengah proses rekonstruksi bulan Desember 2017, diadakan lokakarya pelapisan dinding tanah liat yang diikuti oleh keluarga. Di acara tersebut, papan pesan yang ditulis peserta anak-anak ditanam ke dalam dinding. 

 

10.Bangunan Utama Lantai 2 Washitsu

Panduan audio tersedia】 

Dahulu, washitsu ini selain berfungsi sebagai tempat aktivitas harian, juga digunakan sebagai ruang upacara khusus. Sebagai ruang harian, ruangan ini dibagi menjadi 2 menggunakan pintu geser, sedang untuk acara khusus pintu geser dilepas hingga menjadi satu ruangan besar. Meski tempatnya sempit namun terdapat tokonoma sebagai bentuk perhatian kepada para tamu, dan memiliki banyak ruang penyimpanan agar tidak mengganggu aktivitas harian, segalanya telah dipikirkan agar dapat beradaptasi dengan berbagai sisi kehidupan sehari-hari. 

 

9.Sisi Gudang & Metode Kerangka Kayu

Panduan audio tersedia】 

Ini merupakan koridor yang baru dibangun di mana Anda dapat melihat gudang dan metode kerangka kayu. 

Lihatlah ke sisi gudang. Terlihat susunan berseling tuf yang berasal dari Naruse, Higashimatsushima yang disebut ‘shiogama’. Dan kayu-kayu di sini disusun menggunakan metode kerangka kayu. Kayu vertikal adalah pilar dan yang horizontal adalah balok, terdapat penguat yang disebut ‘nuki’ yang menghubungkan pilar-pilar. Nuki ditempelkan kisi dari bambu atau pelat kayu, lalu diplester ke dinding. 

 

8.Gudang

Panduan audio tersedia】 

Waktu pembangunan gudang adalah di masa sekarang, namun tahun persisnya tidak diketahui. Terlihat pada foto yang diambil tepat setelah kebakaran besar Taisho, karena terdapat kepercayaan turun temurun yang meyakini bahwa melapisi celah pintu dengan miso dapat mencegah api masuk ke dalam, dipercaya waktu pembangunan adalah setelah kebakaran besar Taisho. Ciri uniknya adalah bentuknya yang dibuat trapesium untuk menyesuaikan dengan kavelingnya Ruang ini merupakan tempat menyimpan buku kas dan perabotan yang telah digunakan sejak toko berdiri, namun nyaris semuanya telah lenyap akibat gempa. Barang-barang yang selamat, mulai dari peninggalan era Meiji-Taisho seperti meja kecil dan hagama, sampai alat penanak nasi terbaru dipamerkan di ruang yang dirombak menjadi museum alat penanak nasi’ ini. 

 

7.Bangunan Utama Lantai 1 Doma & Ruang Serbaguna

Panduan audio tersedia】 

Ini merupakan bagian ruang yang baru dibangun tahun ini. Awalnya bangunan utama dan gudang terletak sejajar, namun akibat pelebaran jalan maka di bagian yang kosong dibangunlah ruang ini sebagai penghubung bangunan utama dan gudang. Dengan konsep doma di abad 21, dapur di dalam gudang dipindahkan agar ruangnya dapat digunakan sebagai lokasi acara kuliner atau pembagian makanan. 

 

6.Bangunan Utama Lantai 1 Tangga Y

Panduan audio tersedia】 

Di sinilah 3 generasi keluarga menjalani hidup sehari-hari. Tangga Y ini dirancang agar penghuni dapat keluar masuk berbagai kamar dengan mudah meski dalam ruang sempit. Dahulu acara seremonial kadang diadakan di rumah, dan dirancang agar dapat berfungsi sebagai ruang acara ataupun ruang terpisah.