2. Karakteristik bangunan

Kini kita akan bahas ciri uniknya sambil membandingkan dengan bangunan sebelumnya. 

 

Pertama, ‘bangunan utama’ yang direkonstruksi menggunakan ‘metode kerangka kayu’ yang merupakan teknik tradisional Jepang. Sesudah kebakaran besar 1929, sekitar satu setengah tahun sejak dibangun, seluruh bagian bawah atap hancur akibat gempa. Lantai 1 yang lebih jauh dari sisi jalan dibanding lantai 2. Setelah gempa berakhir langsung dilakukan konstruksi darurat agar bangunan tidak runtuh, lalu di musim gugur 2016 dilakukan pembongkaran. Bagian bawah atap yang hilang dipulihkan menggunakan bahan material baru. 

 

Kedua, sebelumnya gedung ‘bangunan utama’ dan ‘gudang’ yang memiliki bentuk memanjang terletak sejajar. Garis yang menonjol ke jalanan adalah kaveling lama. Karena adanya pelebaran jalan yang menyulitkan proses pembangunan di lokasi yang sama, diputuskan untuk memisahkan gudang dari bangunan utama. Disitulah dibangun ‘paviliun’, yang menghubungkan bangunan utama dengan gudang. 

 

Ketiga, bangunannya menyerupai bentuk kipas. Dengan melihat ke belakang, kita akan tahu sejauh mana perubahannya. Bagian depan toko lebar, tetapi bagian belakangnya sempit. 

 

Keempat, karena bentuk bangunan yang seperti kipas, pilar dan baloknya memiliki sudut yang berbeda-beda. Hanya sedikit pilar yang memiliki bentuk yang sama, dengan sudut tajam maupun tumpul, menggunakan berbagai teknik arsitektur bangunan kayu, terasa sekali sentuhan arsitektur tingkat tinggi di dalamnya. 

 

Kelima, meski bersifat terbatas, bangunan ini telah dilengkapi sarana pencegah kebakaran. Dindingnya terdiri dari bambu yang dililit dengan tali hingga membentuk pola kisi yang dipadatkan dengan tanah, kemudian dilapisi logam. Bagian depan menggunakan pelat tembaga, sisi sampingnya  menggunakan besi antikarat dan hanya memiliki sedikit celah dengan bangunan di sampingnya. Proses rekonstruksi menyisakan sebagian sisi berwarna perak di sisi belakang. 

Ngomong-ngomong, apakah kalian menyadari bagian atas dan bawah bangunan memiliki warna berbeda? Dinding bawah berwarna hitam menandakan ketinggian gelombang tsunami kala itu. 

 

Keenam, dengan konsep ‘doma di abad 21’, di dalam gudang terdapat dapur yang dibuat menghadap ke sisi jalan. Hal ini melambangkan sumbangsih toko terhadap aspek pangan melalui beras, dan tekad untuk terus berkontribusi pada budaya kuliner di komunitas tersebut, serta melanjutkan visi toko untuk terus mencoba hal baru. Tempat ini dirancang sebagai tempat kegiatan memasak, serta berbagai acara kuliner seperti pembagian makanan atau lokakarya. Selain itu, di bangunan utama dan gudang juga didirikan koridor yang dapat terlihat jelas. 

 

Panduan audio tersedia】